Katanya Musik Bikin Puasa Batal? Ini Penjelasan yang Jarang Dibahas

Sobat Muslim, angkat tangan kalau kamu termasuk tim yang nggak bisa lepas dari musik! Mulai dari bangun tidur, nge-gym, belajar, sampai perjalanan pulang kantor — selalu ada iringan lagu di telinga. Tapi pas bulan Ramadhan tiba, tiba-tiba muncul pertanyaan yang bikin galau: "Gue dengerin musik terus, puasa gue batal nggak sih?" — sambil jari udah siap pencet tombol play.

Apalagi kalau lagi di kafe atau mal, musiknya ngalir terus. Dosa nggak, ya? Puasanya berkurang atau malah batal? Jangan-jangan kita selama ini salah kaprah!

Nah, setelah kita bahas tuntas soal mitos puasa bikin lemes, mitos tidur dapat pahala, dan kontroversi sikat gigi saat puasa di artikel-artikel sebelumnya, sekarang saatnya kita bedah topik yang nggak kalah seru: hukum musik saat puasa. Yuk, simak penjelasan lengkapnya biar nggak makin bingung!

Dua Pandangan Ulama: Ada yang Boleh, Ada yang Nggak

Pertama-tama, kita harus tahu dulu kalau para ulama itu berbeda pendapat soal hukum musik secara umum — bukan cuma saat puasa. Ada yang mengharamkan, ada yang membolehkan dengan syarat, dan ada yang bilang makruh .

Tapi khusus untuk perspektif yang sesuai dengan referensi yang kita pakai kali ini (dari situs-situs salafi seperti rumaysho, muslim.or.id, almanhaj, dan Rodja TV), kita akan lihat bagaimana pandangan mereka.

Pandangan Salafi: Musik Itu Haram, Baik di Ramadhan Maupun di Luarnya

Dalam pandangan ulama salafi, musik dan alat musik hukumnya haram berdasarkan dalil-dalil yang kuat dari Al-Qur'an dan Sunnah . Ini bukan cuma berlaku di Ramadhan, tapi di sepanjang tahun. Cuma, dosanya jadi lebih besar kalau dilakukan di bulan suci karena kemuliaan waktunya .

Dalil yang sering dipakai adalah firman Allah dalam QS. Luqman ayat 6:

ÙˆَÙ…ِÙ†َ النَّاسِ Ù…َÙ†ْ ÙŠَّØ´ْتَرِÙŠْ Ù„َÙ‡ْÙˆَ الْØ­َدِÙŠْØ«ِ Ù„ِÙŠُضِÙ„َّ عَÙ†ْ سَبِÙŠْÙ„ِ اللّٰÙ‡ِ بِغَÙŠْرِ عِÙ„ْÙ…ٍ ÙˆَّÙŠَتَّØ®ِذَÙ‡َا Ù‡ُزُÙˆًاۗ اُولٰۤÙ‰ِٕÙƒَ Ù„َÙ‡ُÙ…ْ عَذَابٌ Ù…ُّÙ‡ِÙŠْÙ†ٌ

"Dan di antara manusia ada orang yang membeli perkataan yang tidak berguna (lahwal hadits) untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikannya bahan olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan." (QS. Luqman : 6)

Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu, salah satu sahabat senior, bersumpah bahwa yang dimaksud dengan "lahwal hadits" dalam ayat ini adalah nyanyian . Tafsir ini juga dipegang oleh Ibnu Abbas dan Hasan Al-Bashri rahimahumallah .

Dalil lainnya dari hadits Shahih Bukhari secara mu'allaq, Nabi Muhammad SAW bersabda:

"Akan muncul di tengah umatku sekelompok orang yang menghalalkan zina, sutra, khabits (minuman keras), dan alat-alat musik." (HR. Al-Bukhari) .

Nah, dalam hadits ini, alat musik disebut barengan sama zina dan minuman keras. Ini menunjukkan betapa besar dosanya di sisi Allah. Bayangin, orang yang "menghalalkan" musik disejajarkan dengan orang yang menghalalkan zina! .

Terus, Puasanya Batal Nggak Kalau Dengerin Musik?

Nah, ini pertanyaan krusial yang sering bikin orang salah paham. Jawabannya: Mendengarkan musik TIDAK MEMBATALKAN puasa. Kok bisa? .

Para ulama sepakat bahwa yang membatalkan puasa itu adalah hal-hal yang masuk ke dalam rongga tubuh (makan, minum, obat), atau hal-hal spesifik seperti hubungan suami-istri di siang hari, haid, nifas, dan muntah dengan sengaja . Mendengarkan musik nggak termasuk dalam kategori itu.

Jadi, secara teknis fiqih, puasanya tetap SAH. Kamu nggak perlu khawatir harus puasa lagi di hari lain hanya karena dengar musik. Tapi... tunggu dulu.

Masalahnya Bukan di Sah, Tapi di Pahala!

Nah, di sinilah poin penting yang harus kita pahami bareng. Ada perbedaan besar antara sah dan berkualitas. Kayak bahasan kita di artikel sebelumnya tentang tidur saat puasa: tidur itu sah-sah aja, tapi rugi kalau cuma tidur doang.

Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah dan para ulama salafi lainnya menegaskan bahwa puasa itu bukan sekadar menahan lapar dan haus, tapi juga menahan diri dari perkataan dan perbuatan yang sia-sia . Rasulullah SAW bersabda:

"Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dengan rasa lapar dan haus yang dia tahan." (HR. Bukhari) .

Hadits ini tegas banget. Kalau kita masih melakukan hal-hal yang diharamkan — termasuk mendengarkan musik dalam pandangan yang mengharamkan — maka puasa kita mungkin sah secara hukum, tapi pahalanya bisa berkurang, bahkan hilang . Yang kita dapat cuma lapar dan haus doang!

Rasulullah SAW juga bersabda:

"Bisa jadi ada seseorang yang berpuasa, namun tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya selain rasa lapar. Dan bisa jadi ada seseorang yang melaksanakan qiyamullail, tetapi tidak mendapatkan apa pun dari qiyamnya selain begadang." (HR. Ibnu Majah, dishahihkan Al-Albani) .

Ngeri banget, kan? Udah susah-susah nahan laper seharian, eh hasilnya nihil.

Puasa Itu Bukan Cuma Fisik, Tapi Juga Pendengaran dan Penglihatan

Ini nih yang kadang kita lupain. Puasa itu ibadah totalitas. Jabir radhiyallahu 'anhu berkata:

"Jika engkau berpuasa, maka hendaklah pendengaranmu, penglihatanmu, dan lisanmu juga berpuasa dari dusta serta perkara-perkara yang diharamkan." .

Jadi, kalau telinga kita masih "makan" musik yang diharamkan, berarti pendengaran kita nggak ikut puasa. Rugi dong! Padahal, tujuan utama puasa itu untuk mencapai ketakwaan, seperti dalam QS. Al-Baqarah ayat 183:

ÙŠَٰٓØ£َÙŠُّÙ‡َا ٱلَّذِينَ Ø¡َامَÙ†ُوا۟ Ùƒُتِبَ عَÙ„َÙŠْÙƒُÙ…ُ ٱلصِّÙŠَامُ ÙƒَÙ…َا Ùƒُتِبَ عَÙ„َÙ‰ ٱلَّذِينَ Ù…ِÙ† Ù‚َبْÙ„ِÙƒُÙ…ْ Ù„َعَÙ„َّÙƒُÙ…ْ تَتَّÙ‚ُونَ 

"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS. Al-Baqarah : 183).

Nah, kalau kita masih dengerin musik yang melalaikan, apakah itu membantu kita jadi lebih takwa? Atau malah bikin hati keras dan malas ibadah? .

Terus, Anak Muda Masa Kini Gimana Dong?

Tenang, gengs. Kita hidup di era di mana musik ada di mana-mana. Nggak realistis juga kalau kita bisa kabur total dari suara musik. Tapi, ada beberapa tips yang bisa kita terapin:

  1. Pilih Konten yang Bersih: Kalau emang suka dengerin sesuatu, pilih yang nggak ada musiknya — misalnya podcast Islami, kajian, atau nasyid tanpa alat musik . Rodja TV dan radio-radio Islam menyediakan banyak konten berkualitas yang bisa jadi teman puasa .
  2. Kurangi Bertahap: Kalau selama ini telinga udah "kecanduan" musik, Ramadhan jadi momen pas buat detox. Coba kurangi pelan-pelan, ganti dengan baca Al-Qur'an atau dengerin murottal. Dijamin hati lebih adem!
  3. Ingat Tujuan Utama: Ramadhan itu cuma sebulan. Jangan sampai kita kehilangan kesempatan emas buat dapet pahala maksimal cuma karena nggak bisa lepas dari musik.
  4. Kalau Terlanjur Dengar, Jangan Putus Asa: Namanya juga manusia, bisa khilaf. Kalau tiba-tiba kepleset denger musik di kafe atau mal, segera istighfar dan lanjutin puasa dengan semangat. Jangan malah berpikir, "Udah denger musik, puasa gue rugi, mendingan lanjut maksiat." Nggak gitu, ya!

Kesimpulan: Mitos atau Fakta?

Jadi, MITOS kalau musik bikin puasa batal.

Fakta: puasa tetap sah secara hukum.

Tapi, FAKTA kalau musik bisa mengurangi atau bahkan menghilangkan pahala puasa (bagi yang berpendapat haram). Dan Ramadhan itu bulan di mana kita pengennya dapet pahala sebesar-besarnya, bukan malah kehilangan pahala.

Sama seperti bahasan kita di artikel sebelumnya: sikat gigi itu boleh asal hati-hati, tidur itu sah tapi rugi kalau kebanyakan, dan lemes itu bisa diatasi dengan pola hidup sehat. Nah, musik juga gitu: mungkin nggak batalin, tapi jangan sampai kita kehilangan esensi puasa yang sebenarnya.

Yuk, Maksimalkan Ramadhan Kita!

Bulan Ramadhan itu cuma datang setahun sekali. Jangan sampai kita menyesal di akhir nanti karena waktu berlalu sia-sia. Coba tantang diri sendiri: selama Ramadhan ini, ganti playlist musik dengan kajian atau murottal. Rasakan bedanya!

Kalau pun terpaksa dengar musik di tempat umum, ingat untuk tetap jaga hati dan niat. Dan yang paling penting: jangan tinggal shalat, karena shalat itu tiang agama yang derajatnya lebih tinggi dari puasa .

Gimana menurut kamu? Siap tantang diri buat detox musik selama Ramadhan?

Share artikel ini ke temen-temen tongkrongan atau grup keluarga yang masih suka galau soal musik dan puasa! Biar mereka nggak salah kaprah lagi. Komen di bawah, yuk: seberapa sulit buat kamu ninggalin musik selama Ramadhan? Atau ada tips jitu biar bisa lepas dari musik?

Lebih lamaTerbaru

Posting Komentar

"Berkomentarlah dengan bijak dan sopan, mari kita budayakan bertutur kata yang baik dan saling menghormati. Mohon maaf bila komentar Anda yang tidak memenuhi kriteria tersebut akan saya hapus. Bila Anda ingin memberikan saran, kritik, masukan yang membangun, dan memberikan tambahan materi bila ada kekurangan pada artikel yang sedang dibahas dengan senang hati saya persilakan, terima kasih."