Sobat Muslim, hayo angkat tangan kalau kamu pernah ngalamin momen panic pas siang hari di bulan Ramadhan. Tiba-tiba sadar: "Ya ampun, napas aku udah kayak naga purba!" Terus deg-degan mikir, "Boleh nggak sih sikat gigi sekarang? Jangan-jangan puasanya batal?" — sambil coba ngomong pakai tangan buat nutup mulut.
Pernah, kan? Atau jangan-jangan kamu termasuk tim super hati-hati yang rela gosok gigi cuma pas sahur doang, trus seharian cuma bisa nahan napas kalau lagi ngomong sama orang?
Tenang, gengs. Masalah ini udah jadi perdebatan klasik yang bikin banyak orang bingung. Ada yang bilang boleh, ada yang bilang makruh, ada juga yang teriak "BATAL!" sambil ngacungin sikat gigi. Biar nggak makin pusing, yuk kita bedah tuntas hukum sikat gigi saat puasa dengan bahasa yang santai tapi tetep ilmiah. Siap? Let's brush this issue!
Dua Kubu Ulama: Antara "Sunnah" dan "Makruh"
Sebelum kita masuk ke kesimpulan, kita harus tahu dulu kalau ternyata para ulama itu beda pendapat soal ini. Nggak usah heran, karena dalam Islam, beda pendapat itu rahmat, kok .
1. Kubu Pemboleh: Sikat Gigi Itu Sunnah, Kapan Aja!
Kelompok pertama ini berpendapat bahwa sikat gigi atau bersiwak itu hukumnya sunnah, baik saat puasa maupun tidak. Mereka punya senjata ampuh, yaitu hadits riwayat Abu Hurairah:
"Seandainya aku tidak memberatkan umatku, niscaya akan aku perintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali hendak shalat." (HR. Al-Bukhari) .
Nah, dalam hadits ini, Rasulullah SAW nggak ngecualiin orang yang lagi puasa. Artinya, kalau kita mau shalat, kita dianjurkan buat bersiwak atau sikat gigi — meskipun lagi puasa sekalipun. Logikanya, membersihkan mulut itu bagian dari kebersihan yang dicintai Allah.
Mereka juga punya bukti kuat lainnya. Sahabat Amir bin Rabi'ah cerita:
"Aku pernah melihat Nabi saw. bersiwak sedangkan beliau dalam keadaan puasa, sampai-sampai aku tidak bisa menghitung jumlahnya." (HR. Al-Tirmidzi)
Bayangin, sampai nggak terhitung! Berarti Nabi aja sering bersiwak saat puasa, masa kita nggak? Ini jadi argumen kuat buat yang bilang sikat gigi itu aman-aman aja.
2. Kubu Makruh: Siang Hari Lebih Baik Diem
Di sisi lain, ada ulama yang bilang sikat gigi itu makruh hukumnya kalau dilakukan setelah masuk waktu Dzuhur (siang hari) . Mereka juga punya dasar yang kuat, yaitu hadits tentang bau mulut orang puasa:
"Sungguh, bau mulut orang yang berpuasa itu lebih wangi di sisi Allah daripada aroma minyak misik." (HR. Al-Bukhari dan Muslim) .
Hadits ini menunjukkan bahwa Allah itu suka banget sama "aroma khas" orang puasa. Jadi, kalau kita sikat gigi di siang hari, kita kayak "menghilangkan" aroma spesial yang disukai Allah itu.
Syekh Muhammad Nawawi Al-Bantani dalam kitab Nihayatuz Zain juga nulis:
"Hal yang makruh dalam puasa ada tiga belas. Salah satunya bersiwak setelah zhuhur." .
Tapi perlu diingat, makruh itu bukan haram. Makruh tuh kayak "sayangnya kalau dilakukan", tapi kalau terpaksa dilakukan juga nggak berdosa dan puasanya tetap sah .
Nah, Terus Sikat Gigi Batal Apa Nggak Sih?
Oke, setelah tahu dua pendapat di atas, kita sampai ke inti pertanyaan: Apakah sikat gigi bisa membatalkan puasa?
Jawabannya: Sikat gigi itu sendiri tidak membatalkan puasa, asalkan... TIDAK ADA YANG TERTELAN! .
Para ulama sepakat bahwa yang membatalkan puasa itu adalah masuknya sesuatu ke dalam rongga tubuh (tenggorokan) dengan sengaja. Jadi, kalau kamu sikat gigi trus ada air, pasta gigi, atau bahkan bulu sikat yang nyasar ke tenggorokan dan tertelan — nah, itu baru batal .
Imam Nawawi dalam al-Majmu' menjelaskan:
"Jika ada orang yang memakai siwak basah. Kemudian airnya pisah dari siwak yang ia gunakan, atau cabang-cabang (bulu-bulu) kayunya itu lepas kemudian tertelan, maka puasanya batal tanpa ada perbedaan pendapat ulama." .
Jadi, yang jadi masalah bukan sikat giginya, tapi risiko ketelannya. Makanya, banyak ulama menyarankan untuk ekstra hati-hati kalau mau sikat gigi pas puasa.
Kapan Waktu Terbaik Sikat Gigi Saat Puasa?
Biar aman dan tetap dapat pahala, nih gue kasih timeline sikat gigi versi ramadhan:
✓ Setelah Sahur (Before Imsak)
Ini adalah waktu paling aman dan paling recommended. Sikat gigi sepuasnya, pakai odol banyak juga nggak masalah, karena masih boleh makan dan minum . Plus, napas seger sampai pagi!
✓ Sebelum Dzuhur (Pagi Hari)
Kalau kamu bangun kesiangan atau pengin sikat gigi lagi setelah subuh, ini masih oke kok. Banyak ulama membolehkan sikat gigi di pagi hari, bahkan dianjurkan buat ngilangin bau mulut setelah bangun tidur .
✗ Setelah Dzuhur (Siang Hari)
Nah, kalau udah masuk waktu ini, lebih baik ditahan dulu. Ini yang disebut makruh oleh sebagian ulama . Tapi kalau terpaksa banget — misalnya mau ketemu atasan atau mau wawancara kerja — kamu boleh kok sikat gigi asal super hati-hati.
✓ Setelah Maghrib (Buka Puasa)
Ini juga waktu yang pas! Begitu azan maghrib berkumandang, kamu bebas sikat gigi sepuasnya. Bahkan dianjurkan buat bersihin sisa-sisa makanan takjil yang nempel .
Tips Sikat Gigi Anti Batal Buat Anak Muda
Buat kamu yang tetap pengin sikat gigi di siang hari (karena alasan darurat, ya!), nih beberapa tips jitu:
- Pakai sedikit pasta gigi, secukupnya aja, nggak usah di-full-in kayak iklan pasta gigi .
- Kumur pelan-pelan, jangan kenceng-kenceng kayak lagi lomba berkumur. Hindari al-mubalaghah (berlebihan) dalam berkumur .
- Miringkan kepala ke bawah pas berkumur biar air nggak gampang masuk.
- Ludahin bener-bener, pastiin nggak ada sisa pasta atau air yang nempel.
- Alternatif: pake siwak! Siwak lebih aman karena tanpa pasta dan udah pasti sunnah
Referensi Islam: Antara Kebersihan dan Keutamaan Puasa
Dalam Islam, kita diajarkan untuk menjaga kebersihan. Rasulullah SAW bersabda:
"Bersiwak itu membersihkan mulut dan mendatangkan ridha Allah." .
Tapi di sisi lain, kita juga punya keutamaan bau mulut orang puasa yang lebih wangi dari minyak kasturi di sisi Allah. Jadi, gimana menyikapinya?
Dr. M. Muchlis Hanafi, MA, memberikan pandangan yang adil. Beliau bilang, kalau bau mulut itu sampai mengganggu orang lain (misalnya pas lagi rapat atau ketemu dosen pembimbing), maka membersihkan mulut itu jadi lebih utama. Karena dalam kaidah fiqih, menghilangkan mudarat (gangguan) itu lebih didahulukan daripada mendatangkan kemaslahatan .
Artinya, jangan sampai kita mempertahankan "bau mulut wangi di sisi Allah" tapi bikin orang lain ilfil dan terganggu. Islam itu agama yang praktis dan memperhatikan kenyamanan bersama.
Kesimpulan: Mitos atau Fakta?
Jadi, mitos atau fakta sikat gigi batalin puasa?
Jawabannya: MITOS! Sikat gigi itu sendiri nggak batalin puasa. Yang batal itu kalau ada air atau pasta gigi yang ketelen .
Tapi ingat, ada nuansa hukum yang perlu dipahami:
- Sikat gigi sebelum Dzuhur: Boleh, bahkan dianjurkan.
- Sikat gigi setelah Dzuhur: Makruh (lebih baik ditinggal, tapi kalau dilakukan puasa tetap sah) .
- Yang penting: HATI-HATI JANGAN SAMPAI TERTELAN!
Buat anak muda masa kini, kita bisa pinter-pinter milih waktu. Sikat gigi setelah sahur dan setelah buka itu udah cukup kok buat jaga kebersihan mulut. Kalau siang hari tiba dan napas mulai "berkarat", inget aja: ini tuh aroma spesial yang disukai Allah. Tapi kalau emang darurat, sikat gigi boleh kok — asal hati-hati!
Yuk, jadi muslim yang cerdas. Nggak perlu takut berlebihan, tapi juga nggak boleh asal-asalan. Jaga kebersihan, jaga puasa, dan jaga niat!
Gimana, udah nggak bingung lagi kan soal sikat gigi saat puasa? Share artikel ini ke grup keluarga atau tongkrongan biar mereka juga paham dan nggak salah kaprah! Komen di bawah dong, pengalaman lucu atau deg-degan kamu soal sikat gigi pas puasa apa?


Posting Komentar