Sekilas Tentang Buku "Membuka Kedok Tokoh-tokoh Liberal Dalam Tubuh NU"
E-book ini ditulis oleh H. Muhammad Najih Maimoen, putra dari KH. Maimoen
Zubair (Mbah Moen), ulama kharismatik dari Sarang, Rembang. Buku ini
diterbitkan oleh Toko Kitab Al-Anwar dan sudah beberapa kali cetak ulang.
Versi PDF-nya banyak beredar di internet, salah satunya bisa kamu akses
melalui tautan yang akan aku bagikan di akhir artikel ini.
Secara garis besar, buku ini merupakan kumpulan analisis dan kritik terhadap
pemikiran tokoh-tokoh yang dianggap menyimpang dari akidah Ahlussunnah wal
Jama'ah, khususnya yang ada di dalam tubuh NU. Penulis membedah berbagai
pernyataan, tulisan, dan tindakan tokoh-tokoh tersebut, mulai dari Gus Dur
(Abdurrahman Wahid), Said Aqil Siradj, Masdar Farid Mas'udi, Ulil Abshar
Abdalla, hingga tokoh-tokoh lain yang dianggap membawa paham Liberalisme,
Sekularisme, dan Pluralisme.
Buku ini bukan sekadar "gosip" politik, lho. Penulis menyertakan dalil-dalil
dari Al-Qur'an, Hadits, dan pendapat ulama salaf untuk membantah
pemikiran-pemikiran yang dianggap menyimpang. Jadi, bisa dibilang buku ini
adalah semacam "benteng akidah" bagi warga NU dan umat Islam pada umumnya.
Isi Buku: Membongkar Pemikiran yang Dianggap Menyimpang
Di dalam buku ini, penulis membagi pembahasannya ke dalam beberapa bab. Mulai
dari Muqaddimah yang menjelaskan latar belakang penulisan, hingga bab-bab
khusus yang membahas tokoh-tokoh tertentu.
Beberapa poin menarik yang dibahas di antaranya:
-
Kritik terhadap Gus Dur: Buku ini menyoroti pemikiran Gus Dur tentang
Pluralisme, Sekularisme, dan sikapnya yang dianggap terlalu membela
non-Muslim. Penulis mengutip beberapa pernyataan Gus Dur yang dianggap
kontroversial, seperti pernyataannya tentang "semua agama sama" dan sikapnya
terhadap Israel.
-
Pemikiran Said Aqil Siradj: Buku ini juga membahas tuntas pemikiran
Said Aqil Siradj yang dianggap pro-Syi'ah dan pernah mengkritik keras Imam
Ghazali. Penulis membantah argumen-argumen Said Aqil dengan dalil-dalil yang
kuat.
-
Bahaya Pluralisme Agama: Ada bab khusus yang membahas tentang bahaya
paham Pluralisme Agama. Penulis menjelaskan bahwa paham ini bisa merusak
akidah umat Islam karena menganggap semua agama itu sama dan benar.
-
Gerakan Syi'ah di Indonesia: Buku ini juga membahas tentang gerakan
Syi'ah di Indonesia yang dianggap sebagai aliran sesat dan berbahaya bagi
akidah umat Islam.
Salah satu bagian yang menarik adalah ketika penulis membahas tentang bahaya
Pluralisme Agama. Penulis mengutip firman Allah dalam QS. Al-Kafirun: 6:
"Untukmu agamamu, dan untukku agamaku."
Ayat ini menegaskan bahwa Islam tidak mengakui kebenaran agama lain. Islam
mengakui adanya pluralitas (keberagaman), tapi tidak mengakui pluralisme
(kebenaran semua agama). Ini adalah poin penting yang sering disalahpahami
oleh kaum liberal.
Kenapa Buku Ini Penting Dibaca?
Mungkin kamu bertanya-tanya, kenapa sih kita perlu baca buku ini? Kan, zaman
sekarang udah modern, katanya harus toleran?
Nah, di sinilah pentingnya kita memahami perbedaan antara toleransi dan
pluralisme. Toleransi adalah menghargai perbedaan dan tidak memaksakan agama
kita kepada orang lain. Sedangkan pluralisme adalah menganggap semua agama itu
sama dan benar. Tentu saja ini bertentangan dengan akidah Islam.
Buku ini penting dibaca karena:
-
Menjaga Akidah: Buku ini membantu kita memahami pemikiran-pemikiran
yang menyimpang dari akidah Ahlussunnah wal Jama'ah, sehingga kita bisa
terhindar dari pengaruh tersebut.
-
Menambah Wawasan: Buku ini memberikan wawasan tentang dinamika
pemikiran di dalam tubuh NU, organisasi Islam terbesar di Indonesia.
-
Bahan Diskusi: Buku ini bisa menjadi bahan diskusi yang menarik,
apalagi kalau kamu aktif di organisasi keislaman.
Penulis juga menyertakan hadits Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yang
relevan:
"Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk golongan
mereka."
(HR. Abu Dawud)
Hadits ini mengingatkan kita untuk tidak meniru-niru pemikiran atau budaya
yang bertentangan dengan ajaran Islam. Dalam konteks buku ini, penulis
mengingatkan agar kita tidak meniru pemikiran-pemikiran liberal yang berasal
dari Barat.
Kelebihan dan Kekurangan
Sebagai sebuah karya tulis, buku ini tentu memiliki kelebihan dan kekurangan.
-
Kelebihan: Sistematis, dilengkapi dengan dalil-dalil dari Al-Qur'an
dan Hadits, serta referensi yang jelas. Penulis juga cukup berani dalam
mengkritik tokoh-tokoh yang dianggap menyimpang.
-
Kekurangan: Bahasa yang digunakan cukup berat dan kaku, khas kitab
kuning. Buat kamu yang nggak terbiasa baca buku-buku seperti ini, mungkin
akan sedikit kesulitan. Selain itu, buku ini juga terkesan "menghakimi" dan
kurang memberikan ruang dialog.
Tapi, terlepas dari kekurangannya, buku ini tetap layak dibaca sebagai bahan
renungan dan introspeksi. Kita perlu tahu, apa saja sih pemikiran-pemikiran
yang berkembang di sekitar kita, agar kita tidak mudah terpengaruh oleh
paham-paham yang menyimpang.
Posting Komentar