Download Ebook Membuka Kedok Tokoh-tokoh Liberal Dalam Tubuh NU PDF

Download Ebook Membuka Kedok Tokoh-tokoh Liberal Dalam Tubuh NU PDF

Hai, para pembaca kangsoel.web.id! Balik lagi nih sama aku di blog yang selalu nemenin waktu luang kamu dengan bacaan ringan tapi berbobot. Kali ini, kita bakal bahas sesuatu yang agak "berat" tapi penting banget buat kita ketahui bersama: dinamika pemikiran di dalam tubuh organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU).

Mungkin kamu sering dengar istilah "Islam Liberal" atau "Pluralisme" di media sosial. Kadang, kita bingung membedakan mana yang benar-benar toleransi, mana yang sudah mencampuradukkan akidah. Nah, e-book yang akan kita review kali ini berjudul Membuka Kedok Tokoh-tokoh Liberal Dalam Tubuh NU. Sesuai judulnya, buku ini mencoba membedah pemikiran tokoh-tokoh yang dianggap menyimpang dari ajaran Ahlussunnah wal Jama'ah. Penasaran? Simak sinopsis dan review lengkapnya di bawah ini!

Buat kamu yang mungkin lagi nyari bacaan bermanfaat, kamu bisa cek juga review kita sebelumnya tentang Miras Biang Kerusakan. Nah, buku yang satu ini kayaknya wajib banget masuk ke daftar bacaan kamu, apalagi kalau kamu aktif di organisasi atau ingin menjaga akidah dari pemikiran yang menyimpang.

Sekilas Tentang Buku "Membuka Kedok Tokoh-tokoh Liberal Dalam Tubuh NU"

E-book ini ditulis oleh H. Muhammad Najih Maimoen, putra dari KH. Maimoen Zubair (Mbah Moen), ulama kharismatik dari Sarang, Rembang. Buku ini diterbitkan oleh Toko Kitab Al-Anwar dan sudah beberapa kali cetak ulang. Versi PDF-nya banyak beredar di internet, salah satunya bisa kamu akses melalui tautan yang akan aku bagikan di akhir artikel ini.

Secara garis besar, buku ini merupakan kumpulan analisis dan kritik terhadap pemikiran tokoh-tokoh yang dianggap menyimpang dari akidah Ahlussunnah wal Jama'ah, khususnya yang ada di dalam tubuh NU. Penulis membedah berbagai pernyataan, tulisan, dan tindakan tokoh-tokoh tersebut, mulai dari Gus Dur (Abdurrahman Wahid), Said Aqil Siradj, Masdar Farid Mas'udi, Ulil Abshar Abdalla, hingga tokoh-tokoh lain yang dianggap membawa paham Liberalisme, Sekularisme, dan Pluralisme.

Buku ini bukan sekadar "gosip" politik, lho. Penulis menyertakan dalil-dalil dari Al-Qur'an, Hadits, dan pendapat ulama salaf untuk membantah pemikiran-pemikiran yang dianggap menyimpang. Jadi, bisa dibilang buku ini adalah semacam "benteng akidah" bagi warga NU dan umat Islam pada umumnya.

Isi Buku: Membongkar Pemikiran yang Dianggap Menyimpang

Di dalam buku ini, penulis membagi pembahasannya ke dalam beberapa bab. Mulai dari Muqaddimah yang menjelaskan latar belakang penulisan, hingga bab-bab khusus yang membahas tokoh-tokoh tertentu.

Beberapa poin menarik yang dibahas di antaranya:

  • Kritik terhadap Gus Dur: Buku ini menyoroti pemikiran Gus Dur tentang Pluralisme, Sekularisme, dan sikapnya yang dianggap terlalu membela non-Muslim. Penulis mengutip beberapa pernyataan Gus Dur yang dianggap kontroversial, seperti pernyataannya tentang "semua agama sama" dan sikapnya terhadap Israel.
  • Pemikiran Said Aqil Siradj: Buku ini juga membahas tuntas pemikiran Said Aqil Siradj yang dianggap pro-Syi'ah dan pernah mengkritik keras Imam Ghazali. Penulis membantah argumen-argumen Said Aqil dengan dalil-dalil yang kuat.
  • Bahaya Pluralisme Agama: Ada bab khusus yang membahas tentang bahaya paham Pluralisme Agama. Penulis menjelaskan bahwa paham ini bisa merusak akidah umat Islam karena menganggap semua agama itu sama dan benar.
  • Gerakan Syi'ah di Indonesia: Buku ini juga membahas tentang gerakan Syi'ah di Indonesia yang dianggap sebagai aliran sesat dan berbahaya bagi akidah umat Islam.

Salah satu bagian yang menarik adalah ketika penulis membahas tentang bahaya Pluralisme Agama. Penulis mengutip firman Allah dalam QS. Al-Kafirun: 6:

"Untukmu agamamu, dan untukku agamaku."

Ayat ini menegaskan bahwa Islam tidak mengakui kebenaran agama lain. Islam mengakui adanya pluralitas (keberagaman), tapi tidak mengakui pluralisme (kebenaran semua agama). Ini adalah poin penting yang sering disalahpahami oleh kaum liberal.

Kenapa Buku Ini Penting Dibaca?

Mungkin kamu bertanya-tanya, kenapa sih kita perlu baca buku ini? Kan, zaman sekarang udah modern, katanya harus toleran?

Nah, di sinilah pentingnya kita memahami perbedaan antara toleransi dan pluralisme. Toleransi adalah menghargai perbedaan dan tidak memaksakan agama kita kepada orang lain. Sedangkan pluralisme adalah menganggap semua agama itu sama dan benar. Tentu saja ini bertentangan dengan akidah Islam.

Buku ini penting dibaca karena:

  1. Menjaga Akidah: Buku ini membantu kita memahami pemikiran-pemikiran yang menyimpang dari akidah Ahlussunnah wal Jama'ah, sehingga kita bisa terhindar dari pengaruh tersebut.
  2. Menambah Wawasan: Buku ini memberikan wawasan tentang dinamika pemikiran di dalam tubuh NU, organisasi Islam terbesar di Indonesia.
  3. Bahan Diskusi: Buku ini bisa menjadi bahan diskusi yang menarik, apalagi kalau kamu aktif di organisasi keislaman.

Penulis juga menyertakan hadits Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yang relevan:

"Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk golongan mereka." (HR. Abu Dawud)

Hadits ini mengingatkan kita untuk tidak meniru-niru pemikiran atau budaya yang bertentangan dengan ajaran Islam. Dalam konteks buku ini, penulis mengingatkan agar kita tidak meniru pemikiran-pemikiran liberal yang berasal dari Barat.

Kelebihan dan Kekurangan

Sebagai sebuah karya tulis, buku ini tentu memiliki kelebihan dan kekurangan.

  • Kelebihan: Sistematis, dilengkapi dengan dalil-dalil dari Al-Qur'an dan Hadits, serta referensi yang jelas. Penulis juga cukup berani dalam mengkritik tokoh-tokoh yang dianggap menyimpang.
  • Kekurangan: Bahasa yang digunakan cukup berat dan kaku, khas kitab kuning. Buat kamu yang nggak terbiasa baca buku-buku seperti ini, mungkin akan sedikit kesulitan. Selain itu, buku ini juga terkesan "menghakimi" dan kurang memberikan ruang dialog.

Tapi, terlepas dari kekurangannya, buku ini tetap layak dibaca sebagai bahan renungan dan introspeksi. Kita perlu tahu, apa saja sih pemikiran-pemikiran yang berkembang di sekitar kita, agar kita tidak mudah terpengaruh oleh paham-paham yang menyimpang.

Di halaman tab preview ini sobat bisa membaca Ebook tanpa mendownloadnya. walaupun agak kurang nyaman. Akan jauh lebih nyaman jika anda baca offline. Sobat bisa mendownloadnya gratis di tab Download.

Di halaman tab Download ini sobat bisa mendownload Ebook gratis direct tanpa pengalihan. Sobat bisa membacanya di android dengan Aplikasi pembaca e book untuk android. Ataupun di Linux dengan aplikasi pembaca ebook untuk linux.

Judul Membuka Kedok Tokoh-tokoh Liberal Dalam Tubuh NU
Penulis H. Muhammad Najih Maimoen (Gus Najih)
Penerbit Al - Anwar
Tahun 2010
Halaman 345
Format PDF
Ukuran 5.6 MB

Cara Download Ebook Membuka Kedok Tokoh - Tokoh Liberal Dalam Tubuh NU PDF

Sobat bisa download dari tombol download gratis yang sudah saya sediakan di tab Download. Gratis tanpa pengalihan tanpa safelink. Semua demi kemudahan para pembaca semua. Dan sobat bisa membacanya gratis tanpa download di tab preview. Mungkin agak kurang nyaman, nggak masalah hanya sebagai preview sebelum mendownload.

Kesimpulan

Pada intinya, e-book Membuka Kedok Tokoh-tokoh Liberal Dalam Tubuh NU ini adalah bacaan yang cukup menantang. Buku ini mengajak kita untuk berpikir kritis dan waspada terhadap pemikiran-pemikiran yang dianggap menyimpang dari akidah Islam.

Bagi kamu yang ingin mendownload versi PDF-nya, kamu bisa langsung klik di tab download yang sudah saya sediakan. Tapi ingat, baca dengan kepala dingin dan jangan langsung percaya 100%. Gunakan akal sehat dan tanyakan kepada ahlinya jika ada yang kurang jelas.

Gimana, tertarik baca bukunya? Kalau kamu punya pengalaman atau pendapat tentang topik ini, jangan ragu buat tulis di kolom komentar ya! Jangan lupa share artikel ini ke teman-teman kamu biar makin banyak yang sadar akan pentingnya menjaga akidah. Sampai jumpa di artikel berikutnya!

Lebih lamaTerbaru

Posting Komentar

"Berkomentarlah dengan bijak dan sopan, mari kita budayakan bertutur kata yang baik dan saling menghormati. Mohon maaf bila komentar Anda yang tidak memenuhi kriteria tersebut akan saya hapus. Bila Anda ingin memberikan saran, kritik, masukan yang membangun, dan memberikan tambahan materi bila ada kekurangan pada artikel yang sedang dibahas dengan senang hati saya persilakan, terima kasih."
Banner reyhancell
Vertical banner reyhancell