10 Pembatal Keislaman - Kajian Kitab Nawaqidhul Islam

Di artikel ini akan saya bagikan kajian 10 pembatal pembatal keislaman oleh Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray membahas sebuah risalah kitab kecil yang di tulis Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab bin Sulaiman at tamimi berjudul “Nawaqidhul islam – pembatal-pembatal keislaman” yang nanti di artikel akan saya sertakan file pdf terjemah ringkasnya video kajian dan ringkasan kajian.

Pembatal keislaman

Islam adalah agama yang dibawa oleh nabi muhammad Saw, sesorang akan menjadi muslim ditandai dengan ucapan 2 kalimat syahadat, akan tetapi bukan berarti jika telah masuk islam tidak akan batal islamnya, islam seseorang bisa saja batal seperti halnya wudhu ataupun sholat, entah disadari ataupun tidak.

Untuk itu sangat penting untuk mempelajari pembatal pembatal islam. untuk apa…? agar jangan sampai kita terjerumus, jangan sampai kita kafir tanpa kita sadari.

Pembatal keislaman ada 10, namun tidak terbatas hanya 10 saja, pembatal keislaman menurut para ulama sagat banyak sekali, nah 10 ini adalah yang paling banyak tersebar dan disepakati oleh para ulama.

Ringkasan kajian 10 pembatal keislaman

Ilmu ini adalah sangat penting daripada yang lainnya. Betapa banyak orang yang terjerumus karena ketidaktahuan, jika kita takut sholat kita, puasa kita batal maka sudah barang tentu kita harus lebih takut islam kita batal, artinya siapa yang islamnya batal maka batal pula seluruh ibadahnya (tidak sah ibadahnya).

Pertama adalah Syirik di dalam beribadah kepada allah

Artinya seseorang mempersembahkan satu ibadah saja kepada selain allah Ta’ala contohnya adalah orang yang menyembelih kepada selain allah misalnya untuk sesajen

dalilnya adalah alquran surat An-Nisa : 48

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَىٰ إِثْمًا عَظِيمًا

Artinya: Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.

Kedua; siapa menjadikan perantara-perantara antara dirinya dengan allah

Barangsiapa menjadikan perantara-perantara antara dirinya dengan allah di mana dia berdoa kepada mereka, meminta syafaat kepada mereka, dan bertawakkal kepada mereka, maka dia kafir berdasarkan ijma’.

Pada poin ini dapat kita tarik setidaknya ada 3 poin pembatal keislaman

  • Berdoa kepada selain allah, karena do’a adalah ibadah. Sebagian orang berpendapat bahwa yang mereka lakukan adalah tawasul.

Perlu kita jelaskan disini bahwa tawasul ada yang disyariatkan atau benar dan tawassul yang dilarang.

Tawasul yang disyariatkan ada 3:

  1. Tawasul dengan nama-nama allah.
  2. Tawasul dengan amalan yang kita kerjakan.
  3. Minta di doakan orang sholeh yang masih hidup.

Tawasul yang terlarang ada 2 perincian:

  1. Sampai derajat syirik jika seseorang berdoa pada para wali atau nabi, sama saja dia berdoa pada para wali atau nabi atau menjadikan para wali atau nabi itu sebagai perantara antara dirinya dengan allah.
  2. Tawasul yang bid’ah, artinya tawasul yang tidak pernah diajarkan oleh nabi. Contohnya adalah do’a : Ya Robbi bil musthofa artinya Wahai Tuhanku, berkat al-Musthofa, sampaikanlah tujuan kami, dan ampuni kami dari apa apa yang telah lalu, wahai yang Maha luas Kemurahan Nya. Al-Musthofa yang dimaksud adalah nabi, tawasul seperti ini adalah bid’ah yang tidak pernah rosul ajarkan.

 

  • Memohon syafaat, meminta syafaat kepada selain allah adalah kesyirikan karena syafaat seluruhnya adalah milik allah, syafaat akan diberikan dengan 2 syarat:
  1. Dengan idzin allah
  2. Allah ridha kepada orang yang akan diberi syafaat, dan orang yang berbuat kesyirikan tidak akan pernah allah ridhoi.

Kemudian tentang meminta syafaat kepada manusia, menurut para ulama ada 3 syarat

  1. Orang yang dimintai syafaat masih hidup.
  2. Orangnya hadir.
  3. Yang kita minta mampu di penuhi oleh orang yang kita minta. misalnya minta hujan, minta perlindungan dari syetan, minta masuk syurga karena permintaan tersebut hanya allah yang mampu memenuhinya.
  • Bertawakal kepada selain allah.

Tawakal adalah ibadah hati, bergantung hati hanya kepada allah, tawakal kepada selain allah ada 2 perincian

  1. jadi syirik besar tawakal dalam urusan yang hanya mampu dilakukan oleh allah.
  2. jadi syirik kecil jika dya bergantung kepada manfaat yang kelihatannya thohir akan tetapi dya yakin hanya allah yang memenuhinya. Contohnya hatinya bergantung pada dokter pada obat tetapi hatinya yakin allah lah yang menyembuhkan, jika dya yakin dokter atau obat yang menyembuhkan maka jadi syirik akbar.

Ketiga: siapa yang tidak mengkafirkan orang-orang musyrik.

Barangsiapa yang tidak mengkafirkan orang-orang musyrik, ragu akan kekafiran mereka, atau membenarkan keyakinan mereka, maka dia kafir berdasarkan ijma’.

Ada 3 tingkatan:

  1. Tidak mengkafirkan.
  2. sekedar ragu.
  3. yang lebih parah adalah membenarkan ajaran mereka.

Keempat: siapa yang meyakini bahwa selain petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih sempurna.

Barangsiapa yang meyakini bahwa selain petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih sempurna daripada petunjuk beliau, atau selain hukum beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih baik daripada hukum beliau seperti orang-orang yang lebih mendahulukan hukum thaghut daripada hukum beliau, maka dia kafir.

Sekedar berhukum, atau menjalankan hukum selain hukum allah adalah dosa besar sampai dia berkeyakinan satu dari tiga keadaan:

  1. Dia berkeyakinan bahwa hukum allah adalah sama kedudukannya dengan hukum buatan manusia. Artinya sama saja hukum allah atau hukum thagut sama saja, sama benarnya.
  2. Dia berkeyakinan bahwa hukum buatan manusia adalah dia anggap lebih baik baik daripada hukum yang allah turunkan.
  3. Dia menghalalkan yang allah haramkan, atau sebaliknya.

Kelima: siapa membenci apa pun dari apa yang dibawa Rasulullâh shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Barangsiapa membenci apa pun dari apa yang dibawa Rasulullâh shallallahu ‘alaihi wa sallam meskipun mengerjakannya, baik wajib ataupun sunnah, maka ia kafir.

Dalilnya adalah firman-Nya: “Demikian itu karena mereka membenci apa yang Allâh turunkan sehingga Dia menghapus amal kebaikannya.” (QS. Muhammad [47]: 9)

kebencian ada dua macam

  • kebencian secara tabiat. misalnya benci perang, benci dingin waktu shubuh, benci lapar saat puasa.
  • kebencian secara syariat. Misalnya membenci syariat jihad, membenci syariat wudhu, membenci syariat puasa, maka dia kafir walaupun dia mengerjakannya.

Keenam: siapa yang mengolok-olok apa pun dari agama Allah.

Barangsiapa yang mengolok-olok, mempermainkan, menghina apa pun dari agama Allâh, atau pahala-Nya, atau siksa-Nya adalah kafir.

Dalilnya adalah firman-Nya: “Katakanlah: apakah terhadap Allâh, ayat-ayat-Nya, dan Rasul-Nya kalian mengolok-ngolok. Tidak perlu meminta maaf karena sungguh kalian telah kafir setelah kalian beriman.” (QS. At-Taubah [9]: 65-66)

Lalu bagaimana dengan menghina orang sholeh, menurut para ulama ada dua keadaan

  1. Menjadi kufur jika menghina amalan yang dia kerjakan. Misalnya menghina syariat jenggot, cadar dll.
  2. Menjadi dosa besar jika menghina pribadi orang sholeh tersebut.

Ketujuh: sihir

misalnya sharf (menjadikan orang yang saling cinta menjadi benci misalnya suami istri) dan ‘athf (membuat orang yang saling benci menjadi cinta). Siapa yang melakukannya atau ridha terhadapnya maka kafir.

Dalilnya adalah firman-Nya: “Keduanya tidak mengajari seorangpun kecuali mengatakan: kami hanyalah fitnah maka janganlah kamu kafir.” (QS. Al-Baqarah [2]: 102)

sihir ada dua macam:

  1. Hakikat atau benar benar terjadi misalnya sihir yang mampu membunuh orang, memisahkan suami istri.
  2. Tahyili sebenarnya tidak terjadi tetapi dia menyihir mata. Contoh tukang sihir firaun waktu merubah tambang menjadi ular waktu menyihir mata nabi Musa a.s

Kedelapan: menolong orang-orang musyrik dan membantu mereka dalam melawan kaum muslimin.

Dalilnya adalah firman-Nya: “Siapa dari kalian yang berloyal kepada mereka maka ia bagian dari mereka. Sesungguhnya Allâh tidak memberi petunjuk kepada orang-orang zhalim.” (QS. Al-Mâ`idah [5]: 51)

sikap loyal pada orang kafir ada dua keadaan

  1. Menjadi kufur akbar apabila dia bersikap loyal karena benci islam atau membenarkan ajaran mereka.
  2. Menjadi dosa besar apabila dia loyal pada orang kafir karena keinginan duniawi.

Kesembilan: siapa yang meyakini bahwa sebagian manusia tidak wajib mengikuti Nabi

Barangsiapa yang meyakini bahwa sebagian manusia tidak wajib mengikuti Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan ia boleh keluar dari syariat beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana Khidhir keluar dari syariat Musa ‘alaihissalam, maka ia kafir.

Kesepuluh: berpaling dari agama Allâh dengan tidak mempelajarinya atau mengamalkannya.

Barangsiapa berpaling dari agama Allâh dengan tidak mempelajarinya atau mengamalkannya.

Dalilnya firman-Nya: “Dan siapakah yang lebih zhalim daripada seseorang yang dibacakan kepadanya ayat-ayat Rabb-nya lalu dia berpaling darinya. Sesungguhnya Kami akan menghukum orang-orang pendosa.” (QS. As-Sajdah [32]: 22)


Tidak ada perbedaan dalam pembatal-pembatal ini antara orang yang bercanda, serius, atau takut kecuali orang yang dipaksa.

Semua pembatal ini termasuk perkara besar yang perlu diwaspadai dan termasuk perkara yang sering terjadi. Wajib bagi setiap muslim untuk mewaspadainya dan takut menimpa dirinya. Kita berlindung kepada Allâh dari mendapatkan kemurkaan-Nya dan pedihnya siksa-Nya.

Ebook Terjemahan Kitab

Berikut adalah Ebook Nawaqidhul Islam yang hanya terdiri dari 6 halaman saja


Video Kajian Nawaqidhul Islam – Pembatal keislaman

Posting Komentar

"Berkomentarlah dengan bijak dan sopan, mari kita budayakan bertutur kata yang baik dan saling menghormati. Mohon maaf bila komentar Anda yang tidak memenuhi kriteria tersebut akan saya hapus. Bila Anda ingin memberikan saran, kritik, masukan yang membangun, dan memberikan tambahan materi bila ada kekurangan pada artikel yang sedang dibahas dengan senang hati saya persilakan, terima kasih."