Cara Menghilangkan Rasa Takut

Takut adalah perasaan wajar yang ada pada setiap manusia, Takut bisa menjadi ibadah jika kita tahu caranya, Takut bisa juga menjadi tercela bahkan bisa menjadi syirik, lalu bagaimana takut yang menjadi ibadah dan takut yang tercela, lalu bagaimana cara menghilangkan rasa takut, silahkan sobat simak dalam artikel berikut:

Rasa Takut dalam Pembahasan Tauhid

Rasa takut (khauf/خوف) dibahas dalam pembahasan tauhid karena ada “rasa takut” yang terkait dengan tauhid yang merupakan hak Allah. Sebagaimana kita ketahui bahwa menunaikan hak Allah adalah tujuan utama manusia diciptakan dan tugas utama manusia di muka bumi.
Terdapat beberapa ayat sebagai dalil yang menjelaskan rasa takut kepada Allah.

Allah berfirman,

وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ جَنَّتَانِ ﴿٤٦﴾ فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿٤٧﴾ ذَوَاتَا أَفْنَانٍ

“Orang yang takut pada Allah akan mendapatkan dua surga. Maka nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan? Kedua surga itu mempunyai pohon-pohonan dan buah-buahan” (QS. Ar-Rahman: 46-48).

Allah juga berfirman,

فَلَا تَخْشَوُا النَّاسَ وَاخْشَوْنِ وَلَا تَشْتَرُوا بِآيَاتِي ثَمَنًا قَلِيلًا

“Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit” (QS. Al-Maidah: 44).

Demikian juga setan menakut-nakuti manusia untuk menghalangi mereka dari melaksanakan tauhid dan menunaikan hak Allah di muka bumi.

Allah berfirman,

إِنَّمَا ذَٰلِكُمُ الشَّيْطَانُ يُخَوِّفُ أَوْلِيَاءَهُ فَلَا تَخَافُوهُمْ وَخَافُونِ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

“Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaitan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang yang beriman” (QS. Al-Imran: 175).

Berikut beberapa macam khauf dalam pelajaran tauhid:

1. Takut Thabi’iy (tabiat)

Yaitu takut secara naluri manusia seperti takut kepada musuh yang kuat, takut hewan buas dan takut dengan api yang tidak terkendali. Hal ini bukanlah jenis takut ibadah dan tidak menafikan keimanan.

Bahkan seorang mukmin bisa takut jenis ini sebagaimana takutnya Musa tatkala membunuh seorang penduduk Mesir dan dicari oleh pasukan Fir’aun.

Allah berfirman,

فأصبح في المدينة خائفا يترقب

“Karena itu, jadilah Musa di kala itu merasa takut menunggu-nunggu dengan takut khawatir (akibat perbuatannya)” (QS. Al-Qashash: 18).

Takut jenis ini tidak tercela jika jelas sebabnya, akan tetapi jika sekedar wahm (sangkaan yang tidak kuat) dan sebabnya lemah (tidak mungkin) maka ini tercela karena pelakunya adalah pengecut.

2. Takut Maksiat

Yaitu rasa takut yang menyebabkan meninggalkan amar makruf dan nahi mungkar. Rasa takut yang kepada manusia/makhluk yang menyebabkan ia melakukan kemaksiatan. Hal ini haram dan tercela.

Contohnya:

Disuruh mencurangi laporan keuangan oleh atasan bosnya, ia lakukan hal tersebut karena takut pada bosnya.

3. Takut Ibadah

Yaitu takut kepada Allah disertai dengan rasa pengagungan, perendahan diri dan ketundukan kepada Allah yang melazimkan muncul rasa takwa.

Hal ini dibagi dua:

Pertama: terpuji

Apabila menimbulkan rasa takut yang mencegahnya melakukan kemaksiatan.

Kedua: tercela

Apabila rasa takut kepada Allah yang berlebihan dan menyebabkan ia putus asa dari rahmat Allah.

4. Takut “sir” (tersembunyi) yang termasuk syirik kecil.

Yaitu takut kepada selain Allah berupa takut berhala, takut kepada manusia/makhluk yang jauh jaraknya (tidak ada di tempat), takut kalau makhluk tersebut bisa membuatnya terkena hal yang berbahaya. Ia berkeyakinan bahwa makhluk tersebut bisa memberikan manfaat dan bahaya dengan aqidah yang tidak benar. Hal ini bisa jadi syirik besar atau kecil tergantung.

Misalnya:

  • Takut lewat pohon angker (padahal pohon tidak bisa memberi manfaat dan madharat)
  • Takut terhadap keris pusaka apabila tidak diperlakukan dengan baik semisal disimpan ditempat khusus
  • Takut pakai baju berwarna hijau ke suatu tempat, karena jin akan mengganggu yang berwarna hijau

[Banyak mengambil faidah dari kitab Hushulul Ma’muul karya Syaikh Shalih Al-Fauzan]

Penulis: dr. Raehanul Bahraen

Artikel: Muslim.or.id

Cara Menghilangkan Rasa Takut

Cara menghilangkan rasa takut adalah dengan bertawakal menyerahkan diri pada allah, dengan banyak mengaji sehingga tauhid kita semakin kuat sehingga kita tidak lagi takut akan hal hal berbau klenik yang tidak masuk akal sama seali seperti takut lewat pohon angker takut mengecat rumah dengan warna tertentu, takut menikah di bulan tertentu, dll. Rasa takut akan hal – hal tersebut karena kita kurang ngaji terutama bab tauhid.

Sedangkan rasa takut yang bersifat tabiat tidak bisa kita hilangkan, karena hal itu bersifat wajar asalkan ada sebab yang jelas seperti takut binatang buas, takut musuh, takut bencana alam. Yang bisa kita lakukan adalah mengurangi saja dengan tawakal pada allah semata.

Kami berharap artikel ini membantu Anda belajar cara menghilangkan ras takut terutama takut yang tidak masuk akal ,Hanya karena persangkaan semata.

Jika Anda menyukai artikel ini, mohon berlangganan mailing list untuk mendapatkan update langsung ke inbox anda, atau sobat bisa juga berlangganan di social media kami. Terima kasih telah berkunjung.

Posting Komentar

"Berkomentarlah dengan bijak dan sopan, mari kita budayakan bertutur kata yang baik dan saling menghormati. Mohon maaf bila komentar Anda yang tidak memenuhi kriteria tersebut akan saya hapus. Bila Anda ingin memberikan saran, kritik, masukan yang membangun, dan memberikan tambahan materi bila ada kekurangan pada artikel yang sedang dibahas dengan senang hati saya persilakan, terima kasih."