Ateisme vs Logika: Mungkinkah Sesuatu Muncul dari Ketiadaan?

Ateisme vs Logika: Mungkinkah Sesuatu Muncul dari Ketiadaan?

Hey, Gen Z Muslim! Pernah lagi scroll TikTok atau Instagram terus nemu video yang nanya, “Kalo Tuhan nggak ada, terus alam semesta muncul dari mana?” Atau mungkin kamu sendiri suka mikirin gimana sih asal-usul segalanya? Nah, artikel ini bakal bahas itu dengan santai—plus sedikit logika, sains, dan tentu saja perspektif Islam. Yuk, kita selami! 

Alam Semesta ‘Big Bang’ atau ‘Big Plan’?

Kalau ngomongin asal usul alam semesta Islam dan pandangan sains, ada satu teori populer: Big Bang. Teori ini bilang alam semesta awalnya satu titik super padat dan panas, lalu meledak dan mengembang sampai sekarang. Tapi coba kita pause dulu. Sains menjelaskan bagaimana alam semesta berkembang, tapi bukan mengapa atau dari mana titik pertama itu berasal.

Nah, di sinilah logika main. Bayangin kamu lagi duduk di kamar, terus tiba-tiba ada burger muncul di depanmu. Kamu pasti nanya, “Siapa yang bawa burger ini?” Nggak mungkin kamu mikir, “Ah, ini burger muncul sendiri dari ketiadaan.” Konyol kan? Alam semesta yang super kompleks ini juga mustahil muncul “ajaib” tanpa ada yang mengawali.

Hukum Termodinamika: “Energi Nggak Basa-basi Datang dan Pergi”

Mari berkenalan dengan Hukum Termodinamika—jangan kabur dulu, ini nggak serumit kalkulus! Hukum ini dasar banget dalam fisika:

  • Hukum Pertama (Kekekalan Energi): Energi nggak bisa diciptakan atau dimusnahkan, cuma bisa berubah bentuk. Artinya, total energi di alam semesta tetap.
  •       ➤ Pertanyaannya: Kalau energi nggak bisa tercipta sendiri, lalu dari mana energi pertama itu datang?
  • Hukum Kedua (Entropi): Semua sistem cenderung menuju ketidakteraturan. Contohnya: kamar kamu makin lama makin berantakan kalau nggak diberesin. Alam semesta juga punya kecenderungan “rusak” secara bertahap.
  •       ➤ Kalau alam semesta punya awal, berarti dulu lebih teratur. Siapa yang nata awal-awalnya?

Sederhananya: alam semesta butuh sumber awal yang nggak tunduk pada hukum di atas. Sesuatu—atau lebih tepatnya Seseorang—yang ada dengan sendirinya, tanpa butuh diciptakan.

Logika Keberadaan Tuhan: Kenapa “Sesuatu dari Ketiadaan” Nggak Masuk Akal?

Ateisme sering bilang alam semesta bisa muncul dari ketiadaan. Tapi coba kita uji dengan logika sehari-hari:

  • HP kamu nggak tiba-tiba ada tanpa pabrik, programmer, dan desainer.
  • Instagram nggak bisa jalan tanpa server, kode, dan tim developer.
  • Alam semesta yang jauh lebih kompleks mustahil “ada begitu saja”.

Malah, justru lebih logis percaya ada Kecerdasan Maha Tinggi yang mendesainnya. Dalam Islam, kita mengenalnya sebagai Allah SWT.

Qur’an Sudah Jawab Ribuan Tahun Lalu

Nah, ini yang bikin merinding. Al-Qur’an ternyata udah singgung soal asal usul alam semesta Islam jauh sebelum sains modern:

Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi itu keduanya dahulu menyatu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya...(QS. Al-Anbiya’: 30)

Ayat ini secara gaib menggambarkan konsep Big Bang—langit dan bumi awalnya satu, lalu dipisahkan. Subhanallah! Nggak mungkin Nabi Muhammad ﷺ yang hidup di gurun pasir tahu itu tanpa wahyu.

Ada juga ayat yang bikin kita mikir:

Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatu pun ataukah mereka yang menciptakan? Ataukah mereka telah menciptakan langit dan bumi? Sebenarnya mereka tidak meyakini (apa yang mereka katakan).” (QS. At-Thur: 35-36)

Ayat ini ngejek logika orang yang nggak percaya pencipta. Intinya: mereka itu diciptakan, tapi malah ngira segala sesuatu bisa terjadi tanpa pencipta.

Tuhan dalam Islam: Beda dengan “Tuhan Ala Dongeng”

Kadang orang menolak konsep Tuhan karena bayangannya seperti dewa mitologi Yunani yang punya masalah dan lemah. Tapi dalam Islam, Allah itu:

  1. Ahad (Maha Esa), nggak butuh apa-apa.
  2. Qadim (Kekal), tanpa awal dan akhir.
  3. Mukhalafatu lil hawadits (Beda dengan makhluk), nggak terikat waktu dan ruang.

Jadi, konsep Tuhan dalam Islam justru sangat logis sebagai Penyebab Pertama yang nggak butuh penyebab lain.

Penutup: Jadi, Pilih yang Mana?

Di ujung diskusi, kita kembali ke dua pilihan:

  1. Percaya bahwa alam semesta yang super kompleks, dengan hukum fisika yang presisi, muncul secara kebetulan dari ketiadaan.
  2. Percaya bahwa ada Sang Pencipta yang dengan sengaja menciptakan segala sesuatu, termasuk kita, dengan tujuan.

Kalau pakai logika keberadaan tuhan, opsi kedua jelas lebih masuk akal. Ibarat nemu aplikasi keren di HP, pasti kita tahu ada programmer di baliknya—apalagi alam semesta yang jauh lebih hebat.

Maka, sebagai Muslim, kita punya jawaban yang memuaskan akal dan hati. Alam semesta bukan kebetulan. Kita ada karena direncanakan ada.

Refleksi buat kita:

Coba deh sesekali matiin gadget, lihat langit malam, dan renungkan: “Semua ini nggak mungkin ‘nggak ada yang ngatur’. Subhanallah.”

---

Ayo diskusi!

Kamu pernah dapat pertanyaan serupa tentang asal usul alam semesta? Atau punya perspektif lain? Share di komentar ya! Jangan lupa bagikan artikel ini ke teman-teman yang suka mikir-mikir ginian. Let’s spread logical faith! ✨

Lebih lamaTerbaru

Posting Komentar

"Berkomentarlah dengan bijak dan sopan, mari kita budayakan bertutur kata yang baik dan saling menghormati. Mohon maaf bila komentar Anda yang tidak memenuhi kriteria tersebut akan saya hapus. Bila Anda ingin memberikan saran, kritik, masukan yang membangun, dan memberikan tambahan materi bila ada kekurangan pada artikel yang sedang dibahas dengan senang hati saya persilakan, terima kasih."