Jenis-jenis software

Assalamualaekum,

[dropcap]H[/dropcap]allo sobat jumpa lagi setelah 2 bulan lebih gak update blog, pada postingan lalu kita pernah membahas beberapa distro linux ringan yang mana linux sendiri merupakan jenis software opensource, mungkin banyak sobat yang belom paham apa itu software opensource,

Pada postingan kali ini saya akan mencoba menjelaskan jenis jenis software, software disini bisa software komputer bisa juga smartphone yang kita tahu smartphone sekarang bahkan lebih kencang dari komputer jaman dulu.

Pada dasarnya perangkat lunak terbagi menjadi 2 yaitu proprietary atau software milik perorangan atau juga perangkat lunak tak bebas dan perangkat lunak bebas atau free software biasa di sebut open source software yang mempunyai domain public.

Banyak orang salah memahami termasuk saya sendiri, proprietary software adalah software yang berbayar, dan open source software adalah software yang gratis padahal kenyataannya ada proprietary software yang gratis di namakan freeware dan demo di namakan shareware dan banyak juga open source software di jual entah pengembangannya dan bisa jadi dukungan teknisnya ,memang proprietary software kebanyakan adalah software berbayar dan open sorce software kebanyakan di sediakan secara gratis, agar lebih jelas saya akan mencoba menjelaskan rinciannya:

1. Perangkat lunak milik perorangan (Proprietary Software)

Perangkat lunak milik perorangan (bahasa Inggris: proprietary software) – kadang disebut perangkat lunak berbayar, perangkat lunak sumber tertutup, perangkat lunak proprieter atau perangkat lunak berpemilik adalah perangkat lunak dengan pembatasan terhadap penggunaan, penyalinan, dan modifikasi yang diterapkan oleh proprietor atau pemegang hak.

Pembatasan perangkat lunak milik perorangan membuatnya menjadi antonim dari perangkat lunak bebas. Oleh perangkat lunak milik perorangan, hukum yang sama yang digunakan oleh perangkat lunak milik perorangan digunakan untuk mempertahankan kebebasan untuk menggunakan, menyalin, dan memodifikasi perangkat lunak.

Perangkat lunak tak bebas mencakup freeware dan shareware. Perangkat lunak ini dapat berupa perangkat lunak komersial, meskipun perangkat lunak domain publik dan perangkat lunak bebas lainnya juga dapat dijual untuk suatu harga tertentu dan digunakan untuk tujuan komersial.

Hukum yang berlaku

Pembatasan-pembatasan hak ini dapat dilakukan secara teknis maupun hukum, ataupun keduanya. Cara teknis dilakukan misalnya dengan memberikan berkas biner terbaca-mesin kepada pengguna dan menyimpan kode sumber terbaca-manusia. Cara hukum dapat melalui lisensi perangkat lunak, hak cipta, dan hukum paten. Hak eksklusif secara hukum atas perangkat lunak tak dibutuhkan oleh seorang proprietor suatu perangkat lunak untuk menjadi perangkat lunak tersebut tak bebas, karena perangkat lunak domain publik dan perangkat lunak di bawah suatu lisensi permisif dapat menjadi perangkat lunak tak bebas dengan mendistribusikan versi kompilasi program tanpa menyediakan kode sumbernya.

https://wikipedia.org

Contoh: Microsoft windows, itunes, Adobe photoshop, Corel draw dan masih banyak lagi.

Seperti yang saya singgung di atas proprietary software ada juga yang digratiskan freeware dan versi demo dari versi komersialnya shareware :

a). Freeware

Perangkat lunak gratis atau freeware berbeda dengan “free software” walaupun sama-sama menggunakan kata “free” tapi beda makna (lebih lanjut dibawah).
Perangkat lunak gratis adalah perangkat lunak komputer berhak cipta yang gratis digunakan tanpa batasan waktu, berbeda dari shareware yang mewajibkan penggunanya membayar (misalnya setelah jangka waktu percobaan tertentu atau untuk memperoleh fungsi tambahan). Para pengembang perangkat gratis seringkali membuat perangkat gratis “untuk disumbangkan kepada komunitas“, namun juga tetap ingin mempertahankan hak mereka sebagai pengembang dan memiliki kontrol terhadap pengembangan selanjutnya. Kadang jika para pemrogram memutuskan untuk berhenti mengembangkan sebuah produk perangkat gratis, mereka akan memberikan kode sumbernya kepada pemrogram lain atau mengedarkan kode sumber tersebut kepada umum sebagai perangkat lunak bebas.

https://wikipedia.org/

Contoh freeware: Google chrome, mozilla firefox, Skype, avira free antivirus, Avg, Avast dan banyak lagi.

b). Shareware

Perangkat lunak kongsi atau sering disebut versi demo atau trial.
Perangkat lunak kongsi (bahasa Inggris: Shareware) mengacu kepada perangkat lunak berpemilik yang disediakan untuk pengguna tanpa membayar secara uji coba dan sering di batasi oleh koombinasi dari fungsi, ketersedian, atau kenyamanan.

Perangkat lunak kongsi sering ditawarkan sebagai unduhan dari sebuah situs web atau sebagai cakram padat disertai dengan sebuah bacaan seperti koran atau majalah. Alasan di balik perangkat lunak kongsi adalah memberikan pembeli kesempatan untuk mencoba menggunakan program sebelum membeli lisensi untuk versi lengkap dari perangkat lunak kongsi tersebut.

https://wikipedia.org

Contoh shareware: Norton virus definition, Internet Download Manager (IDM), Nero, Real player dan banyak lagi.

2. Perangkat lunak bebas

Richard Stallman, Beliau adalah perintis Gerakan perangkat lunak bebas, atau opensource salah satu jenis software yang kita bahas di artikel ini
Richard Stallman, perintis Gerakan perangkat lunak bebas, saat acara Wikimania 2005

Perangkat lunak bebas (Inggris: free software) adalah istilah yang diciptakan oleh Richard Stallman dan Free Software Foundation yang mengacu kepada perangkat lunak yang bebas untuk digunakan, dipelajari dan diubah serta dapat disalin dengan atau tanpa modifikasi, atau dengan beberapa keharusan untuk memastikan bahwa kebebasan yang sama tetap dapat dinikmati oleh pengguna-pengguna berikutnya. Bebas di sini juga berarti dalam menggunakan, mempelajari, mengubah, menyalin atau menjual sebuah perangkat lunak, seseorang tidak perlu meminta izin dari siapa pun.

Untuk menjadikan sebuah perangkat lunak sebagai perangkat lunak bebas, perangkat lunak tersebut harus memiliki sebuah lisensi, atau berada dalam domain publik dan menyediakan akses ke kode sumbernya bagi setiap orang. Gerakan perangkat lunak bebas (free software movement) yang merintis perangkat lunak bebas berawal pada tahun 1983, bertujuan untuk memberikan kebebasan ini dapat dinikmati oleh setiap pengguna komputer.

Dengan konsep kebebasan ini, setiap orang bebas untuk menjual perangkat lunak bebas, menggunakannya secara komersial dan mengambil untung dari distribusi dan modifikasi kode sumbernya. Walaupun demikian setiap orang yang memiliki salinan dari sebuah perangkat lunak bebas dapat pula menyebarluaskan perangkat lunak bebas tersebut secara gratis. Model bisnis dari perangkat lunak bebas biasanya terletak pada nilai tambah seperti dukungan, pelatihan, kustomisasi, integrasi atau sertifikasi.

Perangkat lunak bebas (free software) jangan disalahartikan dengan perangkat lunak gratis (freeware) yaitu perangkat lunak yang digunakan secara gratis. Perangkat lunak gratis dapat berupa perangkat lunak bebas atau perangkat lunak tak bebas. Sejak akhir tahun 1990-an, beberapa alternatif istilah untuk perangkat lunak bebas digulirkan seperti “perangkat lunak sumber terbuka” (open-source software), “software libre”, “FLOSS”, dan “FOSS“.

Saat ini, umumnya perangkat lunak bebas tersedia secara gratis dan dibangun/dikembangkan oleh suatu paguyuban terbuka. Anggota-anggota paguyuban tersebut umumnya bersifat sukarela tetapi dapat juga merupakan karyawan suatu perusahaan yang memang dibayar untuk membantu pengembangan perangkat lunak tersebut.

https://wikipedia.org

Contoh opensource software: Linux, Android, WordPress, Gimp, Inkscape, Blender dan banyak lagi.

KESIMPULAN

Dari uraian di atas kita dapat mengambil kesimpulan, misalkan ada programer membuat suatu software katakanlah driver yang dia mengatasnamakan software dia hak patennya merk nya dan dia tidak ingin orang meniru, mengembangkan, mengetahui kode sumbernya apalagi menjual mendistribusikan tanpa seijinnya maka itulah software milik proprieter atau proprietary software, jika dia mendistribusikan file binary yang hanya dimengerti oleh mesin secara gratis maka dinamakan freeware jika dia mendistribusikan software fungsi dasarnya saja kemudian jika ada orang yang tertarik dengan fungsi yang lebih canggih kemudian harus membayar sejumlah uang maka software itu dinamakan shareware.

Kemudian jika si programer tadi mendistribusikan software drivernya beserta kode sumbernya kemudian programer lain bebas untuk menyalin mengubah mengembangkan dan mendistribusikan bahkan menjualnya dengan atau tanpa seijinnya itulah free software atau open source, sekali lagi “free” disini bukan berarti gratis tapi bisa saja orang menjualnya mengharuskan orang membayar untuk maintenannya untuk pengembangannya atau pelatihannya sertifikasi dll.

Demikian artikel tentang jenis-jenis software yang saya tahu mungkin ada kekeliruan saya mohon maaf, bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini silahkan isikan di kolom komentar.

Wassalamualaekum.

Posting Komentar

"Berkomentarlah dengan bijak dan sopan, mari kita budayakan bertutur kata yang baik dan saling menghormati. Mohon maaf bila komentar Anda yang tidak memenuhi kriteria tersebut akan saya hapus. Bila Anda ingin memberikan saran, kritik, masukan yang membangun, dan memberikan tambahan materi bila ada kekurangan pada artikel yang sedang dibahas dengan senang hati saya persilakan, terima kasih."